:')
"Semenjak asap bersahabat dengan paru-paru ini lagi. Sejak saat itu pula aku mulai menjauhinya. Dalam hati, aku merasa malu kepadanya. Walau dia pun tak tau apa yang terjadi. Hingga akhirnya dia tau lewat entah darimana. Betapa sadisnya aku menumpahkan air dari dalam gelasnya."
H-2
Malam itu dia menelponku. Atau lebih tepatnya kita saling bertegur sapa kembali melalui telpon. Setelah hampir 4 tahun mungkin. Dia tidak berubah. Aku masih ingat sekali kelembutannya di sore itu. Hampir saja aku menyalahkan keadaan kami.
Namun, tidak hanya dia. Ada juga gadis yang begitu sabar mendampingiku hingga sekarang. Begitu sakitnya ia mendengar kesaksianku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar