Jurnal Tanpa Rokok
Sebuah catatan-catatan singkat tentang aku tanpa rokok. Mencoba mensyukuri nikmat yang ada dan menuliskannya. Menjadi saksi sebuah perjalanan babak baru. -Journey-
Rabu, 11 Mei 2016
Bersiap Melukis Lukisan Baru
Sudah saatnya untuk berubah dan melupakan semuanya. Akan kumantapkan jalanku.
Senin, 21 Maret 2016
Sudah Mulai Risih Melihat Orang Merokok
Setelah memantapkan niat malah aku lam-lama merasa risih melihat orang merokok. Padalah ketika merokok, berpikirnya orang merokok itu asik asik aja. Aku takut salah salah menilai orang. Tetap objektif brooo!
Sabtu, 19 Maret 2016
Bapak Sakit
Akhir minggu ini aku pulang. Banyak yang berubah di rumah. Kucingku menjadi 4 ekor dan warnanya pun serupa semua. Motor matic baru. Agung baru pulang dari Bali. Suasana rumah saja yang tetap tak berubah sama sekali.
Di waktu pagi hari, ibu berbicara banyak hal sembari kami berdua mencuci pakaian di belakang rumah. Ternyata bapak sakit. Bapak yang selama ini merasa tubuhnya sehat sehat saja tiba tiba berbagai indikasi muncul. Mulai dari gula, darah tinggi, sesak, dll. Waktu itu Adikku minta diantar ke rumah sakit gara gara lehernya keceklek setelah mematahkannya kekanan dan ke kiri. Ibu waktu itu mnegajak bapak dengan niatan untuk mengantar bersama ke rumah sakit dengan mobil. Tak taunya bapak sudah tidak kuat dan langsung merbahkan badan di UGD. Akhirnya Ibu yang mengantar adikku ke rumah sakit daerah.
Mulai saat itu bapak langsung merubah semua pola makan dan kesehatannya. Sekarang tidak merokok, tidak makan banyak nasi, tidak minum gula, makan sayur rebus, tidak makan gorengan, dan masih banyak lagi. Sekarang wajah bapak pun terlihat lebih segar. Alhamdulillah.
Separuh Hari Bersama Azka
Setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya aku bisa juga bertemu
langsung. Jadi hari ini aku diajak jenguk tetangganya di PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah itu jemput adiknya, Salsa, di SMP 1.
Sepanjang jalan, ku lihat banyak tempat-tempat dan jalan-jalan yang
membuatku bernostalgia. Betapa beruntungnya aku saat ini. Betapa
beruntungnya aku mengenalnya. Tidak banyak hal yang berubah darinya.
Teruslah terbang tinggi.
Terima kasih. :)
Terima kasih. :)
Sabtu, 05 Maret 2016
Menyambut Bekantan
Hari yang istimewa bagi adik adikku. Tangis luka sakit perih semua bercampur menjadi tawa canda bahagia malam ini. Aku pun tak kuasa menahan rasa senangku. Mereka menawariku rokok dan ku terima sebagai rasa hormatku terhadap mereka malam ini saja. Setelah ini tidak lagi.
Selasa, 01 Maret 2016
What a Colorful Day!
Hari yang mungkin lebih tepatnya awkward.
Hari ini pagi dini hari aku melakukan hal yang tidak pas dilakukan olehku. Paginya semua berjalan kembali dengan cepat. Mulai dari ke Rektorat hingga ke kampus-kampus. Di rektorat meminta cap Universitas dan menyebarkannya ke kampus peserta yang sedang melakukan kegiatan. Siangnya menuju PKM. Makan siang dan meluncur ke Jepara bersama 3 orang .
Di Jepara aku harus menjemput Alfian dan Dhila yang terdampar dirumah Bule. Memang enak sekali disana, andai rumahku seperti itu. Pasti aku betah di rumah. Tak lama kami disana, kami langsung menuju ke Camp Saddle. Disana sudah ditunggu yang lain. Perjalanan kesana dibebani oleh Carrier Tronton 100 Liter. Sampai punggung serasa encok.
Juga melewati aliran sungai yang sempat menyeret Alfian. Memang unik sekali perjalanan malam itu. Ditambah ketika mendekati akhir perjalanan, kami harus terperosok ke dalam jurang sedalam 10 meter. Hampir saja kami jatuh bablas ke tebing. Untunglah selamat. Bodohnya aku, ketika Alfian jatuh ke jurang, reflek aku juga ikut lompat ke jurang bersama Alfian. Akhirnya kami berdua terjebak ditepian jurang.
Setelah jatuh kami berhenti di pohon terakhir, dan aku pun naik untuk meminta bantuan.
Hari ini pagi dini hari aku melakukan hal yang tidak pas dilakukan olehku. Paginya semua berjalan kembali dengan cepat. Mulai dari ke Rektorat hingga ke kampus-kampus. Di rektorat meminta cap Universitas dan menyebarkannya ke kampus peserta yang sedang melakukan kegiatan. Siangnya menuju PKM. Makan siang dan meluncur ke Jepara bersama 3 orang .
Di Jepara aku harus menjemput Alfian dan Dhila yang terdampar dirumah Bule. Memang enak sekali disana, andai rumahku seperti itu. Pasti aku betah di rumah. Tak lama kami disana, kami langsung menuju ke Camp Saddle. Disana sudah ditunggu yang lain. Perjalanan kesana dibebani oleh Carrier Tronton 100 Liter. Sampai punggung serasa encok.
Juga melewati aliran sungai yang sempat menyeret Alfian. Memang unik sekali perjalanan malam itu. Ditambah ketika mendekati akhir perjalanan, kami harus terperosok ke dalam jurang sedalam 10 meter. Hampir saja kami jatuh bablas ke tebing. Untunglah selamat. Bodohnya aku, ketika Alfian jatuh ke jurang, reflek aku juga ikut lompat ke jurang bersama Alfian. Akhirnya kami berdua terjebak ditepian jurang.
Setelah jatuh kami berhenti di pohon terakhir, dan aku pun naik untuk meminta bantuan.
Senin, 29 Februari 2016
Memilih
Hari terakhir bulan ini adalah hari yang unik karena menurut kalender hanya terulang kembali setiap 4 tahun. Di hari ini aku mempersiapkan segala sesuatu untuk izin berangkat kantor. Ada panggilan dari alam. Sebelum memulai blog ini aku sudah berencana untuk membawa stok rokok sebanyak banyaknya untuk perjalanan panjang ini. Dengan agak berat akhirnya ku lawan untuk merokok.
Soto pagi ini cukup mengisi perutku untuk siap beraktivitas. Perjalananku dimulai dari pagi pukul 04.30 hingga 07.30. Dari Kudus hingga Ungaran. Cukup melelahkan. Sempat aku hampir tidak diizinkan untuk berangkat oleh co-mentor. Meninggalkan kantor pun agak berat.
Bismillah aku akan berusaha untuk bisa mempertanggungjawabkan setiap tindakanku.
Soto pagi ini cukup mengisi perutku untuk siap beraktivitas. Perjalananku dimulai dari pagi pukul 04.30 hingga 07.30. Dari Kudus hingga Ungaran. Cukup melelahkan. Sempat aku hampir tidak diizinkan untuk berangkat oleh co-mentor. Meninggalkan kantor pun agak berat.
Bismillah aku akan berusaha untuk bisa mempertanggungjawabkan setiap tindakanku.
Minggu, 28 Februari 2016
Menikmati Segarnya Desa Rahtawu
Perjalanan menuju Rahtawu aku sengaja membeli permen Frozz untuk mengurangi rasa ingin merokok. Memang udara dan suasananya sagat mendukung dan nikmat sekali untuk merokok, namun aku coba tahan sampai malam datang. Disana hujan terus dari pagi sampai sore. Suasana dingin menyelimuti kami. Tak ada penghangat apapun disini, hanya jaket saja yang aku bawa. Itupun jaket tipis. Melihat saudara-saudara disana sudah membuatku hangat.
Malam hari aku terlelap sejenak hingga pagi datang dan aku harus memulai agenda selanjutnya.
Malam hari aku terlelap sejenak hingga pagi datang dan aku harus memulai agenda selanjutnya.
Sabtu, 27 Februari 2016
Mengulangi Kesalahan
Dua hari yang lalu aku merusak semangatku sendiri. Hari ini sekali lagi. Hmm... Benar benar terasa berat tubuh ini. Menapaki momen penting bagi adik-adikku tetapi aku malah tidak mensyukuri nikmat-Mu. sungguh celaka diri ini.
Aku memang tidak merokok. Tetapi aku tetap saja tak lebih baik. Itu karena satu hal yang tak kalah beratnya. O.
Aku memang tidak merokok. Tetapi aku tetap saja tak lebih baik. Itu karena satu hal yang tak kalah beratnya. O.
Jumat, 26 Februari 2016
Merindukan Hangat Senyuman
:')
"Semenjak asap bersahabat dengan paru-paru ini lagi. Sejak saat itu pula aku mulai menjauhinya. Dalam hati, aku merasa malu kepadanya. Walau dia pun tak tau apa yang terjadi. Hingga akhirnya dia tau lewat entah darimana. Betapa sadisnya aku menumpahkan air dari dalam gelasnya."
H-2
Malam itu dia menelponku. Atau lebih tepatnya kita saling bertegur sapa kembali melalui telpon. Setelah hampir 4 tahun mungkin. Dia tidak berubah. Aku masih ingat sekali kelembutannya di sore itu. Hampir saja aku menyalahkan keadaan kami.
Namun, tidak hanya dia. Ada juga gadis yang begitu sabar mendampingiku hingga sekarang. Begitu sakitnya ia mendengar kesaksianku.
Langganan:
Komentar (Atom)